TARAKAN — Tim SAR gabungan dari Basarnas Tarakan, TNI, Polri, dan relawan terus menyisir kawasan Hutan Nipa Karang Anyar pada hari ketiga pencarian Herman (45). Warga Kelurahan Lingkas Ujung itu dilaporkan hilang sejak dua hari lalu saat hendak mencari daun nipah di sekitar Pantai Cari, Tarakan Timur.
Kepala Basarnas Tarakan melalui Koordinator Lapangan menyebutkan bahwa pencarian diperluas hingga radius dua kilometer dari titik awal korban terakhir terlihat. "Kami memfokuskan pencarian di area rawa dan semak nipah yang lebat karena medan cukup ekstrem," ujarnya, Senin.
Herman berangkat dari rumah pada pukul 06.00 WITA menggunakan perahu motor tempel menuju lokasi pencarian daun nipah. Sekitar pukul 15.00 WITA, istrinya melaporkan korban belum kembali ke rumah dan tidak dapat dihubungi melalui telepon seluler.
Pencarian awal dilakukan oleh warga sekitar pada malam hari, namun hasilnya nihil. Keesokan harinya, tim SAR resmi dikerahkan dengan peralatan lengkap, termasuk perahu karet dan alat navigasi untuk menyusuri sungai kecil di dalam hutan nipah.
Hutan nipah di Karang Anyar dikenal memiliki vegetasi rapat dengan akar-akar yang menjalar di permukaan lumpur. Kondisi ini menyulitkan tim saat bergerak, terutama saat air laut pasang yang menenggelamkan sebagian jalur penyisiran.
"Kami harus merayap di beberapa titik karena lumpurnya cukup dalam. Alat komunikasi juga terbatas karena sinyal hilang di dalam hutan," kata salah satu anggota tim SAR di lokasi.
Keluarga Herman masih menunggu di posko darurat yang didirikan di tepi Pantai Cari. Mereka berharap korban ditemukan dalam keadaan selamat, meski medan pencarian sangat berat.
Tim SAR memastikan pencarian akan terus dilakukan selama cuaca mendukung. "Kami belum akan menarik personel. Setiap titik yang mencurigakan akan kami periksa ulang," tegas koordinator lapangan.
Masyarakat yang memiliki informasi atau melihat keberadaan Herman diminta melapor ke posko terdekat atau menghubungi Basarnas Tarakan di nomor darurat 115.