TANJUNG SELOR — Tiga pasang putra-putri terbaik dari Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berhasil melangkah ke babak seleksi nasional Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun ini. Mereka akan mengikuti rangkaian seleksi ketat yang dipusatkan untuk menentukan formasi pengibar duplikat bendera pusaka di Ibu Kota Nusantara. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut.
Proses seleksi Paskibraka di Kalimantan Utara dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota. Para siswa SMA/sederajat terlebih dahulu bersaing di tingkat daerah sebelum akhirnya tiga pasang terbaik dikirim untuk mewakili provinsi di tingkat nasional. Mereka yang terpilih akan menjalani pendidikan dan pelatihan fisik serta mental yang intensif.
Tujuan utama dari seleksi ini adalah untuk menjaring pemuda-pemudi yang akan bertugas dalam upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang. Dengan dipindahkannya lokasi upacara ke IKN, para anggota Paskibraka tahun ini akan memiliki pengalaman bersejarah. Mereka akan menjadi generasi pertama yang mengibarkan bendera merah putih di pusat pemerintahan baru Indonesia.
Program Paskibraka tidak hanya sekadar latihan baris-berbaris. BPIP menekankan bahwa seleksi ini merupakan bagian dari pembinaan ideologi Pancasila bagi generasi muda. Para peserta diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing. Bagi Kalimantan Utara, keterwakilan di level nasional menjadi bukti kualitas sumber daya manusia daerah.
Setelah melalui seleksi administrasi dan kesehatan, para calon Paskibraka kini memasuki tahap karantina dan pelatihan pusat. Mereka akan dinilai oleh tim pelatih nasional dalam hal kedisiplinan, kekompakan, serta wawasan kebangsaan. Keputusan akhir mengenai siapa yang akan bertugas pada 17 Agustus akan diumumkan dalam waktu dekat oleh panitia pusat.