NUNUKAN — Pagi yang seharusnya biasa bagi Affan (12) berubah menjadi pengalaman menegangkan. Jari telunjuk kanannya tersangkut di lubang gayung plastik dan tak bisa dilepaskan. Orang tuanya yang panik langsung membawa Affan ke kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Nunukan untuk mendapatkan pertolongan.
Peristiwa terjadi saat Affan hendak mandi di rumahnya di Nunukan. Saat mengambil gayung, jari telunjuknya tanpa sengaja masuk ke lubang yang ada pada gagang gayung tersebut. Semakin ditarik, jari Affan justru semakin bengkak dan sulit dikeluarkan.
Orang tua Affan yang melihat anaknya kesakitan dan jarinya mulai membiru segera membawanya ke kantor Damkar. Mereka tak berani memotong gayung sendiri karena khawatir melukai jari Affan.
Petugas Damkar Nunukan yang menerima laporan langsung bertindak. Mereka menggunakan gerinda mini untuk memotong bagian plastik gayung yang menjepit jari Affan. Proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit dengan hati-hati agar tidak melukai kulit bocah tersebut.
Setelah gayung berhasil dilepaskan, jari Affan tampak bengkak dan sedikit lecet. Petugas kemudian membersihkan luka dan memberikan obat antiseptik. Beruntung tidak ada tulang yang patah atau cedera serius lainnya.
Kepala Dinas Damkar Nunukan mengimbau orang tua untuk lebih waspada terhadap benda-benda di rumah yang berpotensi membahayakan anak. Lubang kecil pada gagang gayung, tutup botol, atau ring plastik kerap menjadi jebakan bagi jari anak-anak yang penasaran.
"Kami sering mendapat laporan kasus serupa, terutama pada anak usia 5-12 tahun. Jika terjadi, jangan dipaksa menarik karena akan memperparah pembengkakan. Segera bawa ke kantor Damkar terdekat," ujar petugas di lokasi.
Petugas menambahkan, kejadian seperti ini bisa dicegah dengan memeriksa kondisi peralatan mandi di rumah. Gayung yang sudah retak atau memiliki lubang tajam sebaiknya segera diganti untuk menghindari kecelakaan serupa.